PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Sebagai langkah konkret, Pemkab Pasuruan telah meluncurkan program unggulan bertajuk GERBANG KEMBAR (Gerakan Bangkit Kembali Belajar). Program prioritas ini diinisiasi langsung untuk mengintervensi belasan ribu anak di Kabupaten Pasuruan agar bisa kembali mengenyam bangku pendidikan.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tercatat ada sekitar 19.857 anak di Kabupaten Pasuruan yang masuk dalam kategori ATS. Jumlah tersebut mencakup anak-anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah (drop out), maupun para lulusan yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat berikutnya.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menegaskan bahwa penanganan ATS merupakan strategi utama dalam menggenjot Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, laju peningkatan IPM akan berjalan lambat selama persoalan anak putus sekolah belum ditangani secara komprehensif dari hulu ke hilir.
"GERBANG KEMBAR bukan sekadar agenda seremonial, melainkan strategi percepatan pembangunan manusia berbasis target yang terukur. Setiap program harus berdampak nyata dan setiap instansi wajib memberikan kontribusi," tegas Bupati Rusdi dalam keterangannya.
Komentar (0)